Rabu, 26 Maret 2008

Talk Show Generasi Baru Cergam: Era Futuristik: The Dark side

Kemarin Minggu, 23 Maret 2008, bertempat di Alebene, Jl Sukajadi 189 bansung, dilaksanakan acara talk show+ launching komik, 3 komik yang diketengahkan adalah:
-Dark Venus
-Deviant (oleh Marico)
-Knoghts of Apocalypse (oleh Is Yuniarto)

Ini adalah "sisi gelap" dari talk show tersebut, namun temanya mirip dengan komik Dark Venus ini, jadi, saya muat dengan senang hati :3

Seharusnya ini tidak saya beritahukan, karena agak bertentangan dengan konsep komik/cergam Dark Venus saya, tapi tidak apa-apa, karena ada kejadian yang mendukung.
Salah satu sisi kehidupan modern yang saya sisipkan di komik ini, dalam beberapa lapis layer (yang bahkan para krtitikus komik tingkat tinggi itu tak dapat menyadari) adalah individualisme dan alienisasi
Sadarkah kalian semua, kita ini sedang berada dalam taraf menuju ke arah di mana hanya kita sendiri-lah yang dapat kita percaya? Lihat sekeliling kita, orang yang pendiam bisa jadi seorang pembunuh, orang tidak lagi nyaman dengan sekelilingnya, memilih mencari dunianya melalui fasilitas online, “don’t talk to stranger” malah membuat kita menjadi “stranger” di dunia yang ironisnya pertumbuhan penduduknya dikatakan sangat tidak berimbang dengan angka kematian.
Mungkin para pembaca tidak menyadarinya, lihat lebih teliti di dalam komik saya, pertama, pengancam yang ingin meledakkan distrik R-66, dia tidak memiliki tim untuk melaksanakan rencananya, hanya dirinya sendiri, dan belakangan diketahui karena dia sudah tidak mempercayai lagi sekelilingnya.
Kedua, setelah kasus R-66 dianggap selesai, Kyra masih merasa bahwa kasus tersebut justru baru mulai, tak ada yang mempercayainya, Kyra, kembali, sendiri melakukan penyelidikan pribadi, tanpa bantuan siapapun. Orang-orang di sekelilingnya, bahkan ayahnya, tidak mengetahui bahwa Kyra terobsesi dengan kasus itu, hanya rekannya yang bernama Ark yang menyadari obsesi, bahkan mungkin ke-paranoid-an Kyra. Kyra sendirian dalam hal ini.
Ketiga, ketika berada di Eternal Tower, Kyra bertemu Argent, seorang peneliti di sana, yang bahkan tidak mengetahui terjadi kasus pembunuhan di Eternal Tower, yang satu gedung dengannya. Dalam kasus Argent, alienisasi berdampak paling buruk, setelah dirinya “dipaksa” menjalani ritual dan dirinya merasakan ada semacam kekuatan di dalam dirinya yang mengancam, dia tak dapat memberitahukannya pada siapa-siapa, pada saat bertemu Kyra, semuanya telah terlambat, kegilaan telah menguasai Argent
Keempat, ada sebuah file yang ditemukan oleh Ark, dari anggota tim olah TKP, di dalamnya orang itu mengatakan dirinya memiliki penyakit yang divonis tak dapat disembuhkan, namun The Philosopher justru dapat menyembuhkan dirinya, ketika semua pihak menolak membantunya, sebuah harapan diberikan oleh pihak lain, membuat anggota tim olah TKP itu mau melakukan apapun, bahkan memberikan nyawanya.
Belum terjadi di kehidupan kita? Mari kita lihat dari acara talk show komik di Bandung pada tanggal 23 Maret 2008 kemarin , acara tersebut dapat dijadikan simulasi.
Judul dari acara itu adalah: Generasi baru Cergam: Era futuristik, ingat-ingat judulnya, karena itu cukup krusial, acara talk show ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama berisi para “pakar” yang akan menjelaskan kepada para peserta, dasar dari cerita2 era futuristis ini, dan ditentukan hal itu adalah science fiction.
Namun apa yang terjadi? Antithesis, bukannya menerangkan mengenai dasar konsep cerita-cerita yang berseting era futuristis, 2 dari 3 para pembicara itu justru membeberkan bahwa sebenarnya ada sci-fi yang tidak futuristis, dengan kata lain sci-fi tak perlu harus selalu futuristis.
Individualisme, terlihat di sini, mereka tidak perduli judul talk show seperti apa, mereka diberi petunjuk untuk menjelaskan sci-fi, mereka jelaskan , namun bukan futuristis, seperti halnya para purgatory, yang mengubah dunia di sekeliling mereka menjadi seperti apa yang mereka inginkan, para pembicara tersebut mengubah tema menjadi seperti apa yang mereka inginkan
Ironisnya, pembicara yang paling senior sudah men-judge seluruh komik Indonesia itu “kosong”, bahkan tanpa membaca, setidaknya, tiga komik yang dipresentasikan hari itu. (saya mengetahuinya dari salah seorang pembicara yang telah melakukan diskusi dengannya beberapa hari sebelum acara dimulai)
Singkat kata, setelah mereka menunjukkan semua kekuatan Purgator yang mereka miliki, dimulailah sesi di mana, saya, Marico (pengarang Deviant), dan Is Yuniarto (pengarang Knights of Apocalypse) , kami mempresentasikan konsep dari komik kami masing-masing, namun apa yang terjadi? Dua pembicara tadi memilih meninggalkan acara, karena mereka sibuk dengan acara mereka yang lain, individualisme dan meng-alienisasi orang lain.
Kelihatannya tidak salah saya namakan pihak antagonis di komik Dark Venus ini The Philosopher, karena memang “para philosopher” lah yang memberikan noda di acara talk show ini, dengan ke-individualisme-an dan pride (salah satu dari 7 dosa manusia) mereka.

Tidak ada komentar: