Sabtu, 15 November 2008

Kalau dipikir-pikir...

Beberapa bulan lalu penerbit mengirimkan hasil penjualan dari komik saya ini, ternyata terjual sekitar 2000 eksemplar, katanya.

Dalam pikiran saya, wah, lumayan juga, dari komik idealis sok berat bisa kejual segitu, tapi gak lama saya baca ada komiku lain yang menerbitkan komiknya juga di penerbit yang sama, namun tema cerita romantis, ternyata berhasil terjual 3000 eksemplar.

walah, gawat juga, bedanya cukup jauh ternyata he3, apa memang selera pasar di indonesia ini bener2 susah diubah, tidak tahu juga.

Tapi yang lebih mengejutkan lagi, pas saya baca berita di forum komik amerika, ternyata penjualan komik 7000 eksemplar di sana bisa dikategorikan buruk.

Waduh2, ternyata situasi komik di negeri kita ini, terutama untuk komik buatan orang sendirinya masih memprihatinkan banget ya ^^;

Rabu, 26 Maret 2008

Talk Show Generasi Baru Cergam: Era Futuristik: The Dark side

Kemarin Minggu, 23 Maret 2008, bertempat di Alebene, Jl Sukajadi 189 bansung, dilaksanakan acara talk show+ launching komik, 3 komik yang diketengahkan adalah:
-Dark Venus
-Deviant (oleh Marico)
-Knoghts of Apocalypse (oleh Is Yuniarto)

Ini adalah "sisi gelap" dari talk show tersebut, namun temanya mirip dengan komik Dark Venus ini, jadi, saya muat dengan senang hati :3

Seharusnya ini tidak saya beritahukan, karena agak bertentangan dengan konsep komik/cergam Dark Venus saya, tapi tidak apa-apa, karena ada kejadian yang mendukung.
Salah satu sisi kehidupan modern yang saya sisipkan di komik ini, dalam beberapa lapis layer (yang bahkan para krtitikus komik tingkat tinggi itu tak dapat menyadari) adalah individualisme dan alienisasi
Sadarkah kalian semua, kita ini sedang berada dalam taraf menuju ke arah di mana hanya kita sendiri-lah yang dapat kita percaya? Lihat sekeliling kita, orang yang pendiam bisa jadi seorang pembunuh, orang tidak lagi nyaman dengan sekelilingnya, memilih mencari dunianya melalui fasilitas online, “don’t talk to stranger” malah membuat kita menjadi “stranger” di dunia yang ironisnya pertumbuhan penduduknya dikatakan sangat tidak berimbang dengan angka kematian.
Mungkin para pembaca tidak menyadarinya, lihat lebih teliti di dalam komik saya, pertama, pengancam yang ingin meledakkan distrik R-66, dia tidak memiliki tim untuk melaksanakan rencananya, hanya dirinya sendiri, dan belakangan diketahui karena dia sudah tidak mempercayai lagi sekelilingnya.
Kedua, setelah kasus R-66 dianggap selesai, Kyra masih merasa bahwa kasus tersebut justru baru mulai, tak ada yang mempercayainya, Kyra, kembali, sendiri melakukan penyelidikan pribadi, tanpa bantuan siapapun. Orang-orang di sekelilingnya, bahkan ayahnya, tidak mengetahui bahwa Kyra terobsesi dengan kasus itu, hanya rekannya yang bernama Ark yang menyadari obsesi, bahkan mungkin ke-paranoid-an Kyra. Kyra sendirian dalam hal ini.
Ketiga, ketika berada di Eternal Tower, Kyra bertemu Argent, seorang peneliti di sana, yang bahkan tidak mengetahui terjadi kasus pembunuhan di Eternal Tower, yang satu gedung dengannya. Dalam kasus Argent, alienisasi berdampak paling buruk, setelah dirinya “dipaksa” menjalani ritual dan dirinya merasakan ada semacam kekuatan di dalam dirinya yang mengancam, dia tak dapat memberitahukannya pada siapa-siapa, pada saat bertemu Kyra, semuanya telah terlambat, kegilaan telah menguasai Argent
Keempat, ada sebuah file yang ditemukan oleh Ark, dari anggota tim olah TKP, di dalamnya orang itu mengatakan dirinya memiliki penyakit yang divonis tak dapat disembuhkan, namun The Philosopher justru dapat menyembuhkan dirinya, ketika semua pihak menolak membantunya, sebuah harapan diberikan oleh pihak lain, membuat anggota tim olah TKP itu mau melakukan apapun, bahkan memberikan nyawanya.
Belum terjadi di kehidupan kita? Mari kita lihat dari acara talk show komik di Bandung pada tanggal 23 Maret 2008 kemarin , acara tersebut dapat dijadikan simulasi.
Judul dari acara itu adalah: Generasi baru Cergam: Era futuristik, ingat-ingat judulnya, karena itu cukup krusial, acara talk show ini dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama berisi para “pakar” yang akan menjelaskan kepada para peserta, dasar dari cerita2 era futuristis ini, dan ditentukan hal itu adalah science fiction.
Namun apa yang terjadi? Antithesis, bukannya menerangkan mengenai dasar konsep cerita-cerita yang berseting era futuristis, 2 dari 3 para pembicara itu justru membeberkan bahwa sebenarnya ada sci-fi yang tidak futuristis, dengan kata lain sci-fi tak perlu harus selalu futuristis.
Individualisme, terlihat di sini, mereka tidak perduli judul talk show seperti apa, mereka diberi petunjuk untuk menjelaskan sci-fi, mereka jelaskan , namun bukan futuristis, seperti halnya para purgatory, yang mengubah dunia di sekeliling mereka menjadi seperti apa yang mereka inginkan, para pembicara tersebut mengubah tema menjadi seperti apa yang mereka inginkan
Ironisnya, pembicara yang paling senior sudah men-judge seluruh komik Indonesia itu “kosong”, bahkan tanpa membaca, setidaknya, tiga komik yang dipresentasikan hari itu. (saya mengetahuinya dari salah seorang pembicara yang telah melakukan diskusi dengannya beberapa hari sebelum acara dimulai)
Singkat kata, setelah mereka menunjukkan semua kekuatan Purgator yang mereka miliki, dimulailah sesi di mana, saya, Marico (pengarang Deviant), dan Is Yuniarto (pengarang Knights of Apocalypse) , kami mempresentasikan konsep dari komik kami masing-masing, namun apa yang terjadi? Dua pembicara tadi memilih meninggalkan acara, karena mereka sibuk dengan acara mereka yang lain, individualisme dan meng-alienisasi orang lain.
Kelihatannya tidak salah saya namakan pihak antagonis di komik Dark Venus ini The Philosopher, karena memang “para philosopher” lah yang memberikan noda di acara talk show ini, dengan ke-individualisme-an dan pride (salah satu dari 7 dosa manusia) mereka.

Minggu, 09 Maret 2008

DARK VENUS: Reaksi pembaca sampai saat ini



Ok, sudah lewat 1 bulan dari penerbitan komik satu ini, saya juga sudah mencoba "promosi-promosi" online lewat forum2 internet, n ternyata ada juga yang baca n beli, makasih banyak buat hal itu, dari beberapa komentar yang masuk, garis besarnya mungkin seperti ini:

  1. Rata2 mengatakan bahwa cerita komik ini termasuk "kategori berat", dalam artian mereka rata2 rada susah buat mengikutinya (hal ini memang udah direncanakan di awal, jadi, bisa dikatakan: sesuai dengan rencana)

  2. Sebagian besar pembaca cowo (pria) mau menalarkan cerita ini dengan logika mereka, sehingga mereka bisa mengikuti cerita komik ini

  3. Kebalikannya, sebagian pembaca cewe (wanita) mengaku bingung 100% mengenai komik ini, entah ini bingung beneran, atau memang tidak mau mencoba lebih jauh, entah

  4. Ironisnya, rata2 yang mengatakan demikian adalah dari sesama rekan kreator komik/cergam (mungkin bisa jadi karena mereka telah tahu lebih banyak dari yang saya tahu, jadi memang karya saya ini memang terlihat jelas kesalahan2nya) XP

  5. Komen "tertinggi" yang saya terima sampai saat ini adalah: kalau ada orang yang men-scanlation komik lu, lu bakal seneng ato sedih? (menscanlation berarti menscan karya komik ini, menerjemahkan ke bahasa lain, dan dimuat di web, buat saya ini penghargaan yang cukup tinggi, karena berarti saya setidaknya sudah disandingkan dengan komik2 seperti One Piece, Ghost in The Shell, atau Akira)

  6. Komen "terendah" alias kritikan paling pedas adalah (kurang lebih): saya merasa tertipu beli komik ini, udah cerita ga jelas, n sayanya juga ga minat ngelanjutin, cover bagus, cuman jeroannya ngga, (singkat kata) nggak enak dilihat.

  7. Komen "terlucu" adalah: gambarnya rapi, cuma sayang kurang sesuai buat komik Indonesia (rata2 orang yang saya kasih tau komen ini pada ketawa)

Sejauh ini, secara pribadi, komen2 itu masih dalam taraf wajar, ada yang suka atau yang ngga itu wajar, kritikan2 yang masuk juga beragam n bahkan ada yang saling bertolak belakang, untuk satu ini, harus saya saring benar2, karena kritikan itu buat saya seperti obat, memang susah untuk ditelan, pahit,( apalagi kalau salah jenis, orang batuk minum obat sakit perut, makin runyam dah :P), tapi kalau tepat dengan dosis sesuai, bakal memperbaiki :D

Terima kasih atas yang sudah mengomentari komik saya ini, semoga bisa saya pakai buat membuat buku keduanya :D

Senin, 25 Februari 2008

Dark Venus: Liberation synopsis


Dark Venus: Liberation adalah komik hasil karya saya, Eric, bekerja sama dengan Tribe Studio, yang juga merupakan cergampertama saya yang diterbitkan, genre yang saya coba ambil di sini adalah sci-fi/action/thriller, semoga dapat diterima ^_^
Sinopsis
Oleh Dedefox

Satu tim elit SAT lenyap tanpa bekas setelah mendobrak masuk ke dalam gedung di distrik R-66…

5 jam kemudian, Kyra dan partnernya, Ark, dikirim untuk menjadi negosiator. Seorang teroris yang bertanggung jawab atas hilangnya tim SAT tersebut telah menghubungi kepolisian, dan mengancam akan meledakkan distrik R-66, kecuali mereka menuruti keinginannya. Tanpa diduga oleh anggota kepolisian yang lain, sesungguhnya Kyra sendirilah tebusan yang diinginkan oleh teroris tersebut.

Orang itu hanya mempercayai Kyra, yang diyakininya memiliki kemampuan spesial, untuk mendapatkan sebuah disket. Disket yang berisi bukti-bukti kejahatan The Philosopher, sebuah aliran misterius yang telah diselidiki oleh kepolisian selama berbulan-bulan tanpa hasil yang berarti. Jika disket itu berisi data yang dibutuhkan, mereka dapat menguak kejahatan aliran tersebut.

Namun sebelum Kyra dapat menginterogasinya lebih lanjut, tiba-tiba orang itu memutuskan untuk meledakkan dirinya sendiri…

Kasus yang tampaknya selesai bagi anggota polisi yang lain, ternyata masih menggelisahkan Kyra. Dan instingnya tidak diacuhkan bahkan oleh partnernya sendiri, sampai sebuah pembunuhan di Eternal Tower terjadi. Apakah kasus pembunuhan ini akan memecahkan misteri The Philosopher, ataukah justru menambah masalah baru? Kyra pun bergerak tanpa menyadari bahwa dirinya justru merupakan akar dari misteri tersebut…
Dedefox adalah seorang kreator cergam, tinggal di Bandung, Mayana: Seed of Redemption adalah karyanya yang telah dapat dinikmati oleh anda-anda sekalian.
_________________________________________________________________
Dark Venus: Liberation was a comic book, written and drawn by me, Eric, along with a help from Tribe Studio, and also my first comic (cergam) that ever been published, the genre that I was trying to use is Sci-fi/action/thriller, hope you guys enjoyed it ^_^
Synopsis
By Dedefox

One SAT elite team had vanished after breaking into an abandoned building in R-66 district …

5 hours later, Kyra and her partner, Ark, was sent to investigate. A terrorist-who had been suspected responsible of the SAT elite team’s disappearance-has contacted the police headquarter and threatened to blow the district up in exchange of assenting his demand. Nobody ever suspected that Kyra herself was the price he asking for.

This man believed that Kyra has a certain unique ability, so she has the privilege of his trust and has the right to receiving a disc. The disc contained a proof of criminal activities that had been conducted by a mysterious sect called The Philosopher, an object of many month’s police futile investigation. If this disc truly has all data they’re needed, The Philosopher can be brought to justice.

But before Kyra had the time to interrogate this man any further, he decided to blow himself away…

The police assumed the case was closed, but for Kyra, it was just a beginning. She had got a cold stare for her paranoia, even from her own partner, until a murder was happened in The Eternal Tower. Did this new case will crack The Philosopher mystery and whereabouts, or just brought more puzzles into it? Kyra moved forward without realizing that herself was the root of this obscurity…
Dedefox is comic (cergam) creator, lived in Bandung, Mayana: Seed of Redemption was one of his published titled that already could be enjoyed